26 Oktober 2021

Review Novel "Tentang Kamu" (2016) Tere Liye : Sebuah Kisah Kompleks Tentang Kehidupan

Review Novel "Tentang Kamu" (2016) Tere Liye : Sebuah Kisah Kompleks Tentang Kehidupan

 


Bagi pecinta novel, Tere Liye bukanlah nama yang asing. Beliau adalah penulis papan atas yang karyanya selalu menjadi best sellers di penjualan berbagai toko buku. Dalam 16 tahun berkarya, Tere Liye sudah melahirkan lebih dari 50 novel berbagai genre. Salah satunya adalah Tentang Kamu, novel yang terbit tahun 2016 ini. Novel ini membawa banyak kisah dalam kehidupan yang rasanya sungguh sayang untuk dilewatkan. Sebelum mereview isi novel, ini dia identitas buku novel ini.

Identitas Buku 

Judul           : Tentang Kamu

Penulis        : Tere Liye

Tahun Terbit : 2016

Penerbit         : Sabak Grip

Jumlah Hal    : 500 halaman 


Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu,

 itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku.

Cinta memang tidak perlu ditemukan, 

cintalah yang menemukan kita. 

 

Terima kasih, nasihat lama itu benar sekali,

aku tidak akan  menangis karena sesuatu telah berakhir, 

tapi aku akan  tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi.

 

Masa lalu. Rasa sakit. Masa depan. Mimpi-mimpi.

Semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir. 

Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan. 


Cover belakang novel Tentang Kamu- Tere Liye


Tema besar yang diangkat adalah perjuangan hidup, kisah cinta, dan juga persahabatan. Novel ini mengawali ceritanya tentang Zaman Zulkarnain, seorang lawyer dari sebuah firma hukum terkenal di kota London yang mendapatkan tugas khusus untuk menyelidiki sebuah kasus warisan yang dimiliki oleh seorang wanita yang menghabiskan sisa waktunya di panti jompo kota Paris. Adalah Sri Ningsih, wanita asal Indonesia yang  memiliki warisan senilai 19 triliun rupiah dan tidak diketahui siapa ahli warisnya. Ini sungguh menjadi tantangan tersendiri bagi Zaman, karena meskipun ia sendiri adalah orang Indonesia, namun sungguh tak mudah untuk menelusuri kehidupan seseorang di negara sebesar ini. 

Zaman mengawali penyelidikannya dari panti jompo tempat dimana Sri Ningsih menghabiskan masa tuanya. Dari panti jompo inilah, Zaman memperoleh sebuah buku harian milik Sri Ningsih yang menjadi petunjuk pertama tentang keluarganya. Berbekal buku catatan itu, Zaman terbang ke Indonesia untuk menuju pulau Bungin, tempat lahir Sri Ningsih. 

Menemukan silsilah keluarga Sri Ningsih bukanlah hal yang mudah. Butuh waktu berhari-hari bagi Zaman untuk bisa menemukan orang yang mengerti betul tentang kejadian hampir 40 tahun yang lalu. Petualangan Zaman tak hanya sampai disitu, diapun mengunjungi tempat-tempat lainnya yang pernah disinggahi oleh Sri, baik untuk belajar maupun bekerja. Hingga pada akhirnya semua misteri tentang Sri dapat terbongkar satu persatu. 

Dalam novel ini juga diceritakan kisah cinta dari Sri Ningsih dengan seorang lelaki yang kemudian menjadi suaminya, yaitu Hakan Karim. Tak hanya sampai disitu, ternyata Sri Ningsih menyimpan kisah pelik tentang pengkhianatan seorang sahabat. 


 

Hal yang membuatku takjub dengan novel ini adalah gaya bahasa Tere Liya yang begitu mengalir namun mengena. Tere Liye dapat menceritakan kisah Sri secara apik, sehingga kita merasa dapat melihat secara langsung hal apa saja yang dialami oleh Sri. Padahal kisah tentang Sri hanya didapatkan dari penuturan mulut ke mulut. 

Selain hal yang disuka, tentu apa beberapa bagian dari novel ini yang aku rasa perlu pengembangan lebih baik, yaitu dibagian cerita tentang perjalanan bisnis Sri hingga bisa menanamkan saham sebanyak 1% di perusahaan terkemuka kota London. Jika ada penjelasan yang lebih, mungkin akan lebih menarik. 

Novel ini cocok banget untuk kalian yang suka akan cerita romance dan perjuangan hidup. Kata-katanya mengena dan pelajaran hidup yang didapatkan sangat banyak. 


 

Ohya, review novel ini juga akan tampil di channel youtube-ku. Coba klik disini biar langsung terhubung ya.  Jangan lupa juga follow instagram @bibliomutiara, ini adalah akun khusus untuk review buku-buku yang telah aku baca.

Selamat membaca.


24 September 2021