Tampilkan postingan dengan label Hardware. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hardware. Tampilkan semua postingan

20 Desember 2020

3 Tanda-Tanda Hardisk Laptop atau PC Rusak

3 Tanda-Tanda Hardisk Laptop atau PC Rusak

3 Tanda-Tanda Hardisk Laptop atau PC Rusak

Hardisk dalam sistem komputer baik laptop ataupun PC memiliki fungsi sebagai perangkat penyimpanan. Seluruh data seperti dokumen, gambar, audio,video, bahkan seluruh aplikasi termasuk sistem operasi disimpan dalam perangkat ini.

Apa yang terjadi jika hardisk laptop atau PC rusak? Tentu akan sangat merepotkan bukan? Yang pasti data-data kita terancam corrupt atau rusak bahkan hilang.

Beberapa hal berikut yang dapat dijadikan indikator mengenai tanda-tanda hardisk laptop atau PC rusak adalah;

1. Tidak terdeteksi oleh BIOS

Sebelum sistem operasi seperti Windows, Linux, ataupun Macintosh dapat digunakan setiap komputer akan menjalankan sistem operasi dasar yang biasa disebut BIOS. Sistem ini akan melakukan pengecekkan "peripheral" apa saja yang terpasang di laptop maupun PC.

Hal yang dapat dilihat ketika hardisk rusak "parah" adalah pada saat akan memasuki sistem operasi selalu gagal. Biasanya akan muncul pemberitahuan jika BIOS tidak mendeteksi adanya sistem operasi yang dapat dijalankan.

Pemberitahuan tersebut dapat diartikan 2 hal, sistem operasi yang mengalami kerusakan atau hardisk tidak terdeteksi oleh komputer. Jika mengalami kerusakan sistem operasi langkah yang dilakukan cukup repair ataupun dilakukan instalasi ulang.

Namun, jika tidak terdeteksi oleh BIOS maka perlu dilakukan pengecekkan terlebih dahulu pada perangkat lain seperti kabel SATA jika di PC atau socket SATA jika di laptop. Jika keduanya normal, tentu hardisk yang digunakan untuk "sementara" dapat divonis mengalami kerusakan.

2. Booting Sistem Operasi Cukup Lama atau bahkan gagal booting

Apakah pernah kalian ketika menyalakan laptop atau PC menunggu tampilan sistem operasi lebih dari 30 detik, 1 menit, atau bahkan lebih lama lagi ? Normalnya, rata-rata booting windows tidak lebih dari 15 detik. Hal ini juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti RAM atau sistem operasi yang digunakan.

Bahkan, ketika menunggu cukup lama ternyata sistem operasi yang ditunggu tidak kunjung muncul. Biasanya komputer akan mengalami "blue screen" ataupun tiba-tiba restart ulang. Ketika restart pun kejadian gagal booting terjadi lagi.

Namun, sebelum memvonis hardisk mengalami kerusakan hal yang dapat dilakukan adalah membersihkan kaki RAM atau mencoba unit RAM lain. Kedua, melakukan instalasi sistem operasi tapi harus dipastikan data-data aman terlebih dahulu. Jika keduanya masih nihil, maka untuk sementara dapat divonis hardisk mengalami kerusakan.

3. Performa laptop yang bermasalah

Untuk tanda-tanda yang ketiga ini hampir mirip dengan yang kedua. Namun, perbedaanya adalah sistem operasi dapat diakses. Terus masalahnya dimana?

Penggunaan sistem operasi beserta aplikasinya sejatinya adalah proses "baca tulis" atau " read write" yang dilakukan oleh hardisk. Sebagai contoh, ketika membuka aplikasi untuk membuat dokumen maka setiapk instruksi tulisan yang diketikkan akan disimpan di dalam hardisk (setelah diproses oleh RAM dan prosesor).

Pada saat mengetik, proses mengetik kadang terjadi kendala seperti; "overlapping" ketikan dimana tulisan lambat muncul setelah "tuts" keyboard ditekan.  Bahkan diperparah dengan "lemot"nya komputer pada saat memasukkan gambar ke dalam lembar kerja.

Hal ini diperparah dengan "multi tasking" yang dilakukan oleh pengguna seperti; mengaktifkan browser untuk "surfing" di internet, mengaktifkan aplikasi entertainment, membuka jendela explorer, ditambah aplikasi yang "running" di balik layar.

Tanda-tanda ini bisa bervariasi sesuai dengan spesifikasi laptop ataupun PC yang digunakan. Masing-masing pengguna akan lebih bisa merasakan perangkatnya mengalami penurunan performa atau tidak.

4. Hardisk mengeluarkan bunyi

Terakhir, pada saat komputer dinyalakan terdengar bunyi aneh yang muncul di balik cashing. "Klek, klek, klek" atau "klik, klik, klik" atau "krek, krek, krek" atau "kletek, kletek, kletek" kurang lebih seperti itu. Ritmenya pun berulang terus menerus saat laptopk menyala, atau hanya sesekali di awal saja, atau bahkan muncul dalam interval waktu tertentu.

Perlu diketahui bahwa hardisk merupakan perangkat penyimpanan dengan teknologi piringan/cakram. Mirip seperti kaset CD/DVD, namun ukurannya lebih kecil dan ditutupi oleh cashing. Sehingga perangkat mekanis lainnya masih digunakan oleh hardisk dalam peran dan fungsinya di komputer.

Itulah 3 hal yang dapat dijadikan tolak ukur mengenai tanda-tanda hardisk laptop atau PC rusak. Untuk memastikan performa (dalam prosentase/angka) hardisk sebelum memberikan vonis rusak, kalian bisa menggunakan aplikasi seperti Hardisk Sentinel.

Peringatan: saya tidak bertanggungjawab atas segala hal kerusakan yang terjadi pada perangkat kalian. Tulisan saya hanya sebatas memberikan informasi, setiap kondisi perangkat bisa sangat bervariasi. Serahkan kepada teknisi yang berkompeten untuk setiap masalah perangkat kalian jika memang tidak yakin/menguasai.